Postingan

PELANGI

Gambar
Puisi Akrostik PELANGI (172) Banyuwangi,4 Juli 2020 (P)ermadani elok mewarna langit (E)legi cinta hujan kepada mentari (L)ahirkan cemerlang cahaya berpendar  (A)nugerah sang Pencipta mozaik surgawi (N)irwanakah asal gempita rona warnamu?  (G)elimang puja dari dunia bumi yang terkesima  (I)krar suci sang pencinta bias warna #kreasri

PINDAH

Gambar
Pentigraf PINDAH (171) Banyuwangi, 3 Juli 2020 Ali sedang bersedih. Dengan lesu anak lelaki kelas empat MI itu menghampiri teman temannya yang sedang bermain di lapangan.Dengan terbata bata disampaikannya berita yang kemarin tak sengaja didengarnya dari percakapan kedua orangtuanya. Berita bahwa Ali bersama keluarga akan pindah rumah.Sontak seluruh teman Ali memeluknya tanda berempati dan ikut bersedih karena harus berpisah dengan Ali.  Keesokan harinya teman teman Ali membantunya merapikan barang barang.Semua barang dirapikan dan dimasukkan kedalam kardus. Kardus kardus tersebut nantinya akan diangkut truk untuk di pindah ke rumah baru Ali. Ali punya banyak mainan. Sebagian mainan yang masih bagus dan tak termuat kardus diberikan Ali kepada teman temannya. Tentu saja teman teman Ali senang menerimanya. Senang dan juga sedih karena sebentar lagi tidak dapat bermain bersama Ali.  Tibalah waktunya pindah. Ali menyusut air mata di sudut matanya.Ali menyalami tema...

SAAT PAK JOKOWI DI BANYUWANGI (170)

Gambar
Pentigraf SAAT PAK JOKOWI DI BANYUWANGI  Banyuwangi, 2 Juli 2020 Datangnya pak Jokowi di Banyuwangi (kamis, 25/6) membuat seluruh warga Banyuwangi bangga. Tak terkecuali Jono yang bekerja sebagai ojol. Pagi itu sambil membersihkan sepeda motornya Jono berharap rizkinya hari ini lancar dan bisa bertemu pak Jokowi. Rizki tak dapat diprediksi. Meski sudah muter muter tujuh kali melewati keramaian kluntingan order dari gawainya belum juga terdengar. Dengan lesu Jono akhirnya menepi di pinggir jalan yang rindang sambil berharap ada orderan yang memanggil.Tak berapa lama polisi jalan raya berpatroli mengamankan jalan."Wah, pasti pak Jokowi lewat jalan ini. " bisik hati Jono senang. Jono merasa beruntung karena akan bertemu pak Jokowi meski hanya sekilas.  Dua jam kemudian iring iringan mobil presiden terlihat di kejauhan. Jono bersorak senang. Saat mobil berbendera merah putih  itu melewatinya dengan penuh semangat Jono melambaikan tangannya untuk menyapa. Jono...

LEMON OH MELON

Gambar
Pentigraf LEMON OH MELON (169) Banyuwangi, 1 Juli 2020 Joni hari ini sedang merajuk. Pasalnya sirup rasa cocopandan kesukaannya dihabiskan Jeni kakaknya.Bermuka masam Joni menutup pintu kamarnya dengan keras. Jeni sang kakak hanya tersenyum jahil.Tak berapa lama ibu memanggil Joni dari dapur. Masih dengan wajah ditekuk, Joni menghampiri ibunya dan menanyakan ada apa memanggilnya. Ibu menyuruh Joni membeli buah melon di toko buah bu Juminten. Setelah menyodorkan uang, ibu bergegas berganti baju untuk pergi ke arisan. Tiba tiba ide cemerlang mampir di pikiran Joni. Dengan segera Joni mengetuk kamar Jeni. Dan sudah Joni duga jika Jeni tidak mendengarnya karena headset bertengger di kepala Jeni.Jeni sedang bernyanyi.Tapi menurut Joni itu bukan suara orang bernyanyi karena nyanyian Jeni bikin pendengarnya sakit perut.Beberapa saat setelah Jeni bernyanyi, Joni menyodorkan uang yang diberikan ibu. Jeni mengangkat alisnya tanda bertanya. "Disuruh ibu membeli lemon di toko bu ...

AKHIRNYA KAU MELIHATKU

Gambar
Pentigraf AKHIRNYA KAU MELIHAT KU  (168) Banyuwangi, 30 Juni 2020 Gubrak! Pintu itu akhirnya terbuka dengan keras bersama jatuhnya tubuh Sila ke lantai kelas. Kacamata minusnya sudah yang kelima ini pecah. Entah alasan apalagi yang harus dia berikan pada maminya.Menahan sakit Sila berdiri sempoyongan sambil memunguti bukunya yang jatuh berserakan diiringi tawa jahil teman yang lain.Selalu begitu,Sila menjadi bulan bulanan bully di kelasnya. Bukan karena Sila tak pandai. Bukan pula karena Sila jelek. Sama sekali bukan! Tapi pembullyan ini dilakukan atas perintah sang pemimpin kelas bernama Arga. Kelompok yang tertawa karena kesialan Sila adalah golongan pengikut setia Arga. Sedangkan yang lain hanya diam menyaksikan kejadian itu tanpa berani menyuarakan betapa penindasan telah terjadi di kelas ini.  Jangan dikira Sila tertindas, tentu tidak!Meski bertubuh kurus dan tak mampu menahan dorongan saat kejadian dipintu tadi dengan gagah Sila berjalan menuju Arga. Plak! ...

PRASANGKA

Gambar
Pentigraf TAK SESUAI PRASANGKA(167) Banyuwangi, 29 Juni 2020 Sunny memaksa tubuhnya bekerja,meski rasa panas dingin membuat bibirnya gemetar menahan sakit seluruh tubuhnya. Sunny ingin mati,namun ajal tak juga menjemputnya. Biarlah tubuh ini tersiksa agar lara hatinya tak begitu menghujam jiwa. Gadis pujaannya akan dipinang Rusli malam ini. Apalah daya,kekayaan Rusli membuat orang tua Zahra menerima pinangan Rusli.Mentari bersinar terang, garang membakar bumi sewarna hati Sunny yang menyala merah.  Cinta tak harus memiliki bukan hal yang Sunny setujui. Cinta haruslah berjuang. Cinta haruslah berusaha mendapatkan kekasihnya kembali dengan cara yang kesatria. Lama Sunny terdiam berdiri bertopang cangkul di tengah kebun singkong miliknya.Dia putuskan untuk ke rumah Zahra sore ini mendahului pinangan Rusli.Lama Sunny menekan bel pintu rumah Zahra, baru kemudian tampak wajah Zahra yang cantik namun layu tak bersinar. Sunny yakin,Zahra tersiksa dengan rencana pertunangan it...

RINDU MENIKAM (166)

Pentigraf RINDU MENIKAM (166) Banyuwangi, 28 Juni 2020 Rindu! Mengapa menyisakan sakit. Hati ini terasa berat dan membuat airmata jatuh mengalir begitu saja. Rosa memahami kepergian Rama untuk mendulang rupiah di negeri seberang. Meski hati semakin mengecil karena terkikis ragu. Setiakah Rama padanya selama itu mereka berpisah. Dua tahun Rosa menjaga hati dan pandangan hanya tertuju pada Rama sang pujaan. Cengkrama mereka lewat vcall dan daring lainnya hanya mampu membunuh rindu seujung kuku.Rama terlihat semakin menawan dan dewasa. Sejuta khawatir bergelayut di relung hati Rosa. Namun Rosa yakin dengan kesabaran dan kesetiaan yang di jalaninya,semua akan berbuah manis. Mulai sore Rosa sudah bersolek dan terus menerus menatap kaca rias kamarnya. "Rosa, Ayo makan dulu" Panggil ibunya mengajak Rosa makan malam bersama. Rosa menjawab dirinya masih kenyang.Hari ini hari yang dinanti. Rama telah pulang begitu kabar yang diterima Rosa. Rama juga berjanji akan bersilatura...

NEW NORMAL DAN MIMPI MEREKA (165)

PENTIGRAF By:Asri NEW NORMAL DAN MIMPI MEREKA (165) Banyuwangi, 27 Juni 2020 Denting gitar Hasan terdengar mendayu di telinga Ana."Coba mainkan lagu kemarin" pinta Ana. Dan Ana pun bersenandung lirih mengingatkan Hasan. Mereka terhanyut dalam denting gitar yang syahdu. Menikmati lagu yang mengingatkan mereka pada arti kehilangan.Mereka hidup berdua karena kampung mereka terkena musibah stunami membawa serta kedua orangtua mereka. Sebatang Kara mereka hidup mengandalkan hasil ngamen di bus kota. Ana yang menyanyi dan Hasan yang memetik gitar.Saat bosan bernyanyi mereka berdua akan bercengkrama tentang rencana mereka kembali ke kampung halaman saat pandemi covid 19 selesai.Mereka berdua kakak beradik beda usia lima tahun dengan Ana sebagai kakak. Saat New normal diberlakukan,mereka telah tiba dikampung halaman.Tetangga mereka hanya melihat dari jauh, tak berani mendekat meski surat tanda negatif covid telah mereka perlihatkan.Tak masalah, segera mereka membersihkan dan ...

JINGGA MEWARNA BUMI (162)

Gambar
JINGGA MEWARNA BUMI (162) Banyuwangi, 24 Juni 2020 Pejamkan saja mata, maka bahagia di hidup Tari akan menjelma sekehendak hatinya. Yah!  Dengan berkhayal semua akan terwujud, bukan begitu? Jadi primadona di kelas, jadi yang paling cantik, uang saku banyak. Pokoknya semua terwujud. Dalam khayalan." Ngapain senyum senyum sendiri? " Tina bertanya sambil menyenggol Tari.Hampir saja Tari jatuh terjungkal.Untungnya Tari dengan sigap kembali ke alam nyata.Mata Tari melotot dan mulutnya sudah hendak mengeluarkan sejuta serapah yang menenggelamkan Tina. Mendadak sang idola kesayangannya lewat sehingga Tina tak jadi tenggelam. Mata Tari berubah jadi penuh warna,jantungnya berdetak kencang melebihi kecepatan cahaya.Tono! Sang idola sedang berjalan melewatinya dan tersenyum.Ah...nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan? Pertemuan sedetik itu cukuplah untuk bahan khayalannya seminggu ke depan.  Tari tak pernah menginginkan Tono jadi pacarnya. Karena Tari tahu diri. Cewek d...

SERIBU SATU (161)

Gambar
Pentigraf Seribu Satu (161) Dengan hati berdebar Ani menyalakan lilin yang berada ditangannya. Lampu yang tiba tiba padam membuat dirinya harus meraba raba di dalam apartemen miliknya.Nomor 1001 adalah nomor apartemennya yang berarti  berada di lantai sepuluh nomer satu. Berharap pengurus apartemen segera menghidupkan generator, Ani duduk diam di sofa sambil memandangi cahaya lilin yang berpendar. Ani tidak suka dengan suasana ini. Dalam keheningan terdengar dari lorong apartemen bunyi berderit. Seperti benda besar yang diseret seseorang. Pikiran menakutkan mulai bermunculan di pikiran Ani.Hampir satu jam Ani belum beranjak dari duduknya. Panggilan alam yang berusaha dia tahan akhirnya memaksa Ani beranjak dari tempat duduknya. Dengan keberanian yang luar biasa Ani tertatih menuju kamar mandi. Suara berderit itu terdengar lagi, kali ini diiringi suara berdebam dan jeritan.Hati Ani sebenarnya penasaran ingin keluar melihat apa yang terjadi di lorong apartemen.Namun rasa ...

MENARI DIATAS SERPIHAN KACA (160)

Gambar
Pentigraf_MENARI DIATAS SERPIHAN KACA (160) Ami menangis melolong. Dia tak kuasa mengantar kepergian Bayu, anaknya. Bayu pergi membawa semua isi hatinya. Tiada lagi harapan. Tiada lagi impian. Jiwa Ami seakan ikut pergi bersama Bayu bocah kecil lucu yang baru merangkak ,putra tersayangnya.  Suami Ami hanya bisa melihatnya. Berbagai bujuk rayu dikerahkan, namun jiwa Ami telah terperosok begitu dalam pada jurang kesedihan. Menyedot pelita hidupnya. Hati Ami seakan gelap. Dan Ami sebenarnya berjuang meraba raba dan menggapai uluran kasih suaminya.Namun terasa jauh tak terjangkau. "Ami sayang, sadarlah!Bayu telah tenang di syurga! "Ucap Dani suami Ami di suatu petang nan temaram. Ami hanya diam dengan tatapan kosong. Semua yang hadir di pernikahan itu berwajah muram.Sebagian ada yang mengusap air mata. Kedua mempelai wajahnya bercahaya.Senyum kemenangan terukir di wajah pengantin perempuan sambil mengelus perutnya yang terlihat membesar. Dia menang.Rumah besar,suami...

HAIKU PEMALU (159)

Gambar
Haiku_Pemalu (159) Bintang berkedip  Sinarnya redup nian Dia tersipu === Bunga merunduk Sembunyikan warnanya  Pipimu merah  ==== Sinar di ufuk Sewarna saga merah Senyummu keki  ==== SEKUTIP TENTANG HAIKU Kire adalah esensi yang teramat penting bagi haiku karena haiku adalah bentuk sastra berdasarkan pemotongan. Kire atau pemotongan kontinyuitas alur pikiran atau ide yang membentuk gambar dapat terjadi di akhir kalimat baris pertama, kedua, dan di akhir kalimat baris ketiga. Berdasarkan letak kire,Haiku terbagi dalam dua gaya: 1) Terpenggal di tengah ayat sehingga 17 suku kata itu terbagi menjadi dua bagian membentuk pola baru 12 dan 5 suku kata atau sebaliknya. Ini artinya kire terjadi di akhir kalimat baris pertama atau di akhir kalimat baris kedua 2) Kire terletak di akhir kalimat baris ketiga, tujuan untuk menciptakan jeda reflektif berdasarkan apa yang tertulis pada baris pertama dan kedua. ( http://scheid.be/berbagi-...

DISYUKURI SAJA

Gambar
DISYUKURI SAJA (148) Siang hari itu udara panas dengan sinar mentari yang cerah menerpa bumi. Pak Adi bergegas menghampiri warung es campur yang belum ramai pengunjung.Alangkah segarnya jika minum segelas saja pikir pak Adi sambil memesan es campur. Sementara menunggu pesanan datang pak Adi membuka medsos yang sedang ramai membicarakan kenaikan tarif listrik yang mengejutkan.  "Yah disyukuri saja! "Pak Adi berkata sendiri. Menurutnya asalkan bisa membayar meski berat sudah kewajiban untuk membayar listrik yang telah dibebankan negara.Tidak usah iri dengan yang mendapat keringanan. Pemerintah pasti sudah mensurvey berdasarkan data yang ada.  Tiba dirumah, Sofi anak perempuannya berlari menyambutnya dengan wajah muram. Sambil mengatakan kalau ibunya tadi pingsan di depan konter pembayaran tagihan listrik. Dengan segera dihampirinya sang istri. Dan berusaha menghibur serta menasihati dengan kata kata bijak. Istrinya hanya diam sambil menyodorkan resi pembayaran ...

PENGABDIAN

Gambar
Aduh bagaimana ini?  Bu Mei susah sekali hari ini, cuaca sekitar sekolahnya yang panas semakin membuat hatinya resah.  Siang ini seperti biasa bu Mei berangkat ke sekolah tempatnya mengajar dengan naik angkot.  Meski sekolah tempatnya mengajar sangat jauh dari rumahnya dan harus ditempuh dengan naik angkot, bu Mei selalu semangat. Watak tanggung jawab yang dimilikinya membuat bu Mei jarang sekali absen.  Sekolah bu Mei terletak di kampung yang letaknya satu kilo dari tempat bu Mei turun dari angkot.  Itu Pun bukan halangan buat bu Mei untuk berjalan menuju sekolahnya.  Baginya mengajar ditempat ini adalah langkah untuk belajar dan menimba pengalaman.  Disamping mengajar bu Mei juga masih kuliah semester awal, setelah setahun lulus dari sekolah tingkat atas bu Mei memutuskan untuk lanjut kuliah dengan mandiri. Karena keterbatasan ekonomi orang tuanya.  Hey! Jangan disangka bu Mei sudah tua ya? Bu Mei adalah sosok gadis manis ...

JIWA JIWA SUNYI (115)

Gambar
JIWA JIWA SUNYI(115) "Sebagai dokter kejiwaan harus bersabar" "Iya.. "Jawab Rima acuh "Bukan hanya pada pasien tapi juga pada keluarganya. " Dokter Sinta menambahkan lagi sambil menonyor kepala Rima. Saat itu mereka sedang berdiri bersebelahan di koridor bagian psikiatri yang sepi. Sinta adalah dokter senior di bagian ini. Rima baginya semacam adik perempuan yang tak dimilikinya. Sikap manja Rima padanya membuat orang menyangka mereka kakak beradik.  Kegaduhan di IGD beberapa saat lalu dalam kasus Sukarno (baca cerpen keputusan ekstrim) sampai ketelinga dokter Sinta. Hal semacam itu seharusnya tidak boleh terjadi dan Rima harus mempertanggungjawabkannya.  "Kamu dihukum " "Uni… ." rengek Rima manja, dia tahu dokter Sinta tidak benar benar marah padanya.  "Urus anak itu! " Jawab dokter Sinta sambil menunjuk seorang anak lelaki yang kurus hitam dan berambut keriting sekira berumur 9 tahun.  Ditangan anak it...

KEPUTUSAN EKSTRIM

Gambar
(112) Angin bertiup sepoi di sepanjang koridor rumah sakit itu.Dokter Rima menebar senyum menyapa suster  yang sedang menemani beberapa pasien di bagian psikiatri ini.  Ada yang pernah bilang jika tak suka gunting kedokteran tapi ingin jadi dokter, jadilah dokter ahli jiwa. Psikiater bertemu dengan manusia yang memiliki pemikiran  bebas dan merdeka tentang dunia menurut pemikiran mereka.  Mereka yang kita sebut GILA. Menjadi psikiater memberikan kepuasan tersendiri bagi Dokter Rima saat pasien yang ditanganinya berangsur membaik dan mampu kembali melihat dunia dengan normal.  "Dokter Rima? " "Ya? " "Tolong segera ke IGD, ada pasien kemarin yang  sudah keluar, kini masuk lagi" "Apa sebab? " Jawab dokter Rima sambil mempercepat laju jalannya menuju IGD "Keluarga nya memukulinya kembali " Rima terhenyak!  Ingatannya langsung melayang pada salah satu pasiennya yang bernama Sukarno.  Sampai di IGD Dilihatnya seor...