Postingan

Pada Suatu Senja

Gambar
  Pada Suatu Senja Karya: Kur Asriatun == Kamu adalah senja  Yang membawa bau harum surga Memungut kenangan yang kian bertambah Tentang kita dan kampung halaman yang telah punah Hingga ujung waktu menjemput Memeluk malam membutakan netra Namun hangatnya menjentik rindu  Berkumpul menjadi sebuah asa Kamu ,aku dan kita adalah sejarah == Banyuwangi, 21 November 2025

Apalah Kita

Gambar
 Apalah Kita Oleh: Kur Asriatun == Yang dirasa berat bukan berarti tak bisa dilalui Yang dinyana hancur masih bisa pulih kembali Apa yang ditakutkan hanyalah bayangan ilusi Tak nyata namun menggerogoti Maka yakinlah jika hidup ini sebenarnya ramah Cintai hidupmu, hadapi setiap masalahmu Tak ada sesuatu tanpa akhir Akan ada pelangi setelah badai Karena setelah sedih akan datang bahagia begitu seterusnya silih berganti Perkokoh hati dengan tafakur dan evaluasi diri Apalah kita Hanya sebutir debu di antah berantah kuasaNya == Banyuwangi, 17 September 2025

Mata Fana

Gambar
  Mata Fana Oleh : Kur Asriatun === Berdiri lebih kokoh Tentu aku mau Namun lelahnya seakan menarik keluar jantung yang berdetak Tertawa bahagia Aku suka Namun silih bergantinya yang belum mampu ku tanggung Adalah tangis kesedihan tanpa air mata Betapa aku takut Melewati titian dunia Sebab kelengahanku selalu diincar iblis durjana Hingga tirakatku pun harus kusembunyikan dari mata fana  Berdiri dengan tangguh Itu harapanku Berharap sampai di ujung perjalanan Membawa kunci bahagia keabadian == Banyuwangi, 160925

Peneduh

Gambar
  Peneduh By: asri == Memeluk sunyi Dalam pengharapan usang Ketika hasrat ingin bertemu Teralihkan dengan kidung mendayu Memuji yang diharapkan kelak bersua Diantara belukar angkara Berharap mendapat keteduhan Dari peneduh yang dielukan Dan hari ini Kemuliaan datang Diiringi tabuh dan senyum kebahagiaan Selamat datang  Pelita harapan Penuntun menuju jalan terang Nama yang selalu disalamkan Oleh semesta alam === Banyuwangi, 12 robiul awal 

Itu Kamu

Gambar
  Itu Kamu === Tanpa kata kangen, rindu Bagaimana menyebut rasa yang semakin kelu Harap bertemu Namun tak tahu mengapa Ingin menyapa Namun dengan alasan apa ** Tanpa kata kangen dan rindu Kutatap rembulan  Kudengarkan rintik hujan yang menghujam Itu kamu ** Tanpa kata kangen dan rindu Kutepis hasrat bersemuka Biarlah rasa menyublim saja Habis tak bersisa Meski lamunan berpusat pada damba Itu kamu == 31 Juli 2025

Dramatisasi Kalbu

Gambar
  Dramatisasi Kalbu == Aku ingin berbagi kisah denganmu Tapi ketakutanku melebihi inginku Mungkin kau mendengarku Tapi kau juga menyebar aib ku ** Kadang sejenak saja ingin bersandar padamu Lepaskan lelah yang merasuk kalbu Namun bisa saja kau ingin lebih dari itu Membuatku terkekang dan tak sebebas dulu ** Biarlah terombang ambing Namun tenang dan tak pusing Biarlah tak dikenal Namun damai dan tak kesal ***

MTsN 1 Banyuwangi Serahkan Buku Pada Acara Resepsi HAB 79 Kemenag RI

Gambar
  MTsN 1 Banyuwangi Serahkan Buku Pada Acara Resepsi HAB 79 Kemenag RI  === Resepsi HAB 79 Kemenag RI  oleh kantor kementerian agama kabupaten banyuwangi berlangsung di hotel aston berjalan lancar. (24/1/25). Pada acara tersebut MTsN 1 Banyuwangi menyerahkan buku karya guru. Melalui Syafaat ketua lentera sastra Buku tersebut diserahkan oleh Dr. Chaironi Hidayat, Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi kepada Dr.Sruji Bachtiar Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur. Ada 3 Judul buku yang diserahkan karya guru MTsN 1 Banyuwangi diantaranya: My Unintended Choice, antologi pentigraf karya Kur Asriatun Perjalanan Menggapai Rida Nya,antologi puisi karya Sulistyowati Tenang ,Menang dan Menenangkan, antologi puisi karya Kur Asriatun Kedua guru tersebut merupakan penggiat literasi dan anggota komunitas lentera sastra Kemenag Kabupaten Banyuwangi. Menurut Munawar Effendi, kepala MTsN 1 Banyuwangi di tahun ini juga akan terbit dua buku antologi puisi hasil karya siswa dan guru MTsN 1 Ba...

272. Tanpa Menghitung Jasa

Gambar
272. Tanpa Menghitung Jasa Banyuwangi, 28 September 2022 == Semesta bertasbih penuh syukur  Mendekap bahagia dalam tutur Menjegal rasa yang tak pantas ada Menulikan pongah yang tengadah  Semua kan berlalu Tak usah menangis tergugu Untuk apa?  Menyesal pun tak memperbaiki suasana Jalani saja dengan percaya  Bergerak tanpa menghitung jasa Yang terjadi biarlah berlalu  Jadikan sebagai penguat kalbu Menapak jalan yang panjang berliku Mungkin butuh nyali besar untuk mendaki Tebing curam yang penuh onak dan duri Namun bukan berarti tak bisa ditaklukkan  Karena tekad baja akan melumpuhkan aral melintang Tetaplah kuat Tetaplah menjadi hebat Wujudkan harapan  Tanpa menikung Berani jujur Tidak takabur Tunduk tawadhu' Bersinar tanpa mematikan cahaya lainnya  Menebar kebaikan dengan ceria  ===