Postingan

JIWA JIWA SUNYI (115)

Gambar
JIWA JIWA SUNYI(115) "Sebagai dokter kejiwaan harus bersabar" "Iya.. "Jawab Rima acuh "Bukan hanya pada pasien tapi juga pada keluarganya. " Dokter Sinta menambahkan lagi sambil menonyor kepala Rima. Saat itu mereka sedang berdiri bersebelahan di koridor bagian psikiatri yang sepi. Sinta adalah dokter senior di bagian ini. Rima baginya semacam adik perempuan yang tak dimilikinya. Sikap manja Rima padanya membuat orang menyangka mereka kakak beradik.  Kegaduhan di IGD beberapa saat lalu dalam kasus Sukarno (baca cerpen keputusan ekstrim) sampai ketelinga dokter Sinta. Hal semacam itu seharusnya tidak boleh terjadi dan Rima harus mempertanggungjawabkannya.  "Kamu dihukum " "Uni… ." rengek Rima manja, dia tahu dokter Sinta tidak benar benar marah padanya.  "Urus anak itu! " Jawab dokter Sinta sambil menunjuk seorang anak lelaki yang kurus hitam dan berambut keriting sekira berumur 9 tahun.  Ditangan anak it...

KEPUTUSAN EKSTRIM

Gambar
(112) Angin bertiup sepoi di sepanjang koridor rumah sakit itu.Dokter Rima menebar senyum menyapa suster  yang sedang menemani beberapa pasien di bagian psikiatri ini.  Ada yang pernah bilang jika tak suka gunting kedokteran tapi ingin jadi dokter, jadilah dokter ahli jiwa. Psikiater bertemu dengan manusia yang memiliki pemikiran  bebas dan merdeka tentang dunia menurut pemikiran mereka.  Mereka yang kita sebut GILA. Menjadi psikiater memberikan kepuasan tersendiri bagi Dokter Rima saat pasien yang ditanganinya berangsur membaik dan mampu kembali melihat dunia dengan normal.  "Dokter Rima? " "Ya? " "Tolong segera ke IGD, ada pasien kemarin yang  sudah keluar, kini masuk lagi" "Apa sebab? " Jawab dokter Rima sambil mempercepat laju jalannya menuju IGD "Keluarga nya memukulinya kembali " Rima terhenyak!  Ingatannya langsung melayang pada salah satu pasiennya yang bernama Sukarno.  Sampai di IGD Dilihatnya seor...

BAYI MISTERIUS

Gambar
"Benarkah aku anak pungut, ma? " Wajah bulat itu tampak manyun sambil menunggu jawabanku.  Tapi aku hanya diam tak menyahut.  "Mama… jawab dong! " "Siapa yang bilang? " "Ari, tetangga sebelah " "Darimana Ari tahu? Kamu percaya sama dia? " "Kata Ari dari mamanya Ari yang bilang" Sejenak dadaku bergemuruh mendengarnya. Dasar perempuan s*nd*l berkali kali sudah dia berusaha merusak kehidupanku! Teriak hatiku kacau.  "Rini anak mama! Sudah titik tak ada pertanyaan." Jawabku tegas dengan sedikit emosi.  Sejenak Rini tampak ragu namun kemudian tersenyum lega. Tak lama dia pun pamit hendak ke rumah temannya.  ===== Sepeninggal Rini pikiranku berkelana berkejaran kembali kemasa lampau.  "Halo! Ya benar dengan saya sendiri, bu Tatik" jawabku di ujung telepon.  "Bayi? " jawabku kaget.  "Rumah sakit…(menyebut nama RS) " "Baik,Saya segera kesana! " Aku...

DIBALIK KERLINGAN

Gambar
PERJALANAN 21 HARI (18) DIBALIK KERLINGAN  Kerlingan matamu menarik sukma Menebar gelinjang suka dihati yang merona Cinta?  Semoga hadir dalam hatimu yang rapuh Kuterima apapun bentuknya  Karena hati ini telah terkunci Disudut kerlingan mata memanja Kau tetaplah yang kudamba dalam rinai hujan ataupun panas mentari yang menggelora  Jangan kesepian, aku disini takkan menjauh darimu Gapai jemariku dengan senang, aku ada untuk menemanimu Surat digital itu kuterima lagi. Puisi gombal yang menyebalkan.  Menyebalkan? Tapi mengapa aku selalu menunggu kedatangannya. Mengapa pula setiap suratnya kubaca berulang ulang. Bingung.  Semenjak kedatangan Reyhan selalu kuhindari,dia akhirnya seperti menyerah untuk menemuiku langsung.Ah syukurlah! Kehadirannya sangat mengganggu.  Batin Sofia. Namun suratnya tak henti Sofia terima.  Sementara bunda Halimah tak henti hentinya berpromosi mengenai sosok Reyhan pada Sofia.  "Pe...

NGOTOT? APA UNTUNGNYA? (#73)

Gambar
NGOTOT? APA UNTUNGNYA?  Hari ini Asti dongkol banget, masalahnya tadi dirinya merasa diperdaya sama dosen pembimbingnya.  "Saya tidak bisa melihat korelasi antara dua hal yang akan kamu teliti" Bu Amidar berkomentar  "Ya iyalah bu, penelitian saya bukan tentang korelasi tetapi study deskriptif antara teori hitungan dan praktik. " "Tapi, ibu tetap belum bisa melihat dengan jelas akan dibawa kemana penelitianmu itu" bu Amidar tetap bersikukuh bahwa penelitian Asti cacat prosedur.  Cukup lama mereka berdua adu Argumen. Sampai dimenit ke limapuluh lima,bu Amidar tersenyum.  "Oke! Lanjutkan penelitianmu, ibu ingin lihat hasilnya. " kata bu Amidar Santuy.  Sementara Asti sudah berwajah merah padam, napas ngos ngosan ,dan mungkin kepala yang mulai berasap meladeni debat dengan bu Amidar.Meyakinkan beliau pada kemanfaatan penelitian yang dia lakukan.  Melihat bu Amidar begitu tenangnya menutup pembicaraan, tak urung membuatnya saltin...

ONTHONG LAN VIRUS CORONA

Gambar
ONTHONG LAN VIRUS CORONA (JANGAN KHAWATIR ADA SUBTITLENYA)  "Gawanen mrene onthong iku! " kongkon bu Lita ambi nuding barang werna abang pucuke kuning.  Ambi gilo gigil gigil Ayu nguwakaken barang iku nang emake.  "Paran iki mak? " "Onthong" "Apa bisa di pangan? " "Bisa, hang bengen sira pangan ambi pelasan iwak" "Hang endi,mak?" "Waktu pengajian iko yah, dimasak dadi jangan bali. " "Oh, hang wernane putih iku? " jawab Ayu mari mikir sedilut,nginget inget.  "Taping hang iki wernane sing putih. " "Iku njerone hang putih" "Makane, sekali kali miluo emak masak nang pawon geno sira weruh. " Jawab bu Lita.  "Iki isun wis milu, mak" jawab Ayu ambi mbesengut.  "Milu ndeleng " Jawab bu Lita dibales ambi eseman ngaleme Ayu.  Sak uwise ngerijigi onthong, bu Lita nggodog onthong ana njero dandhang nduwure kompor hang urip.  " ...