TUMBLER BERKAH


Semenjak ada tumbler di meja saya, saya rasakan kesehatan tubuh kian meningkat. Bukan karena  tumbler yang saya punya adalah barang keramat, atau ada jin di dalamnya. Tetapi karena saya semakin rutin minum air putih minimal dua liter selama saya bekerja. Jam kerja saya mulai dari jam enam pagi sampai jam tiga siang, si tumbler menemani  untuk diteguk isinya. Sebelum ada tumbler mungkin dua liter minum air putih ditempat kerja adalah mustahil buat saya.
Alhamdulillah  setelah ada tumbler hal tersebut dapat terlaksana. Bukankah dalam gaya hidup sehat menganjurkan untuk minum delapan liter air putih setiap hari?
Kehadiran  tumbler di meja saya bukan tanpa alasan. Benda ini adalah hadiah dari kegiatan rapat akhir tahun koperasi  di tempat saya bekerja. Setiap anggota mendapat hadiah langsung berupa tumbler yang cantik. 
Bagi yang belum tahu tumbler, ini saya jelaskan. Menurut beberapa tulisan Tumbler adalah sejenis gelas di mana perusahaan dapat menanamkan kertas yang dapat dicetak untuk digunakan sebagai media promosi untuk digunakan oleh pengguna gelas.
Tumbler seperti gelas besar yang memiliki pengunci ditutupnya sehingga tidak mudah tumpah.
Beberapa jenis tumbler tertentu dapat digunakan untuk menjaga minuman tetap hangat atau dingin. 
Biasanya tumbler dilengkapi dengan pengait tali untuk pegangan. 
Bentuk  dan warnanya menarik. 
Tumbler yang saya miliki berwarna abu-abu, warna milenial hehe.. 
Pokoknya semenjak ada tumbler hidup saya lebih nyaman dan sehat.
Ternyata jika dipikir selain untuk kesehatan manfaat tumbler ada beberapa antara lain: 
hidup lebih hemat, 
mengurangi polusi botol plastik,
Tidak bingung saat tiba tiba haus,
Bisa minum dingin atau hangat kapan saja dan dimana saja,
Terlihat keren, hehe.. 
Alhamdulillah, di madrasah saya tumbler adalah benda wajib yang harus dibawa selain alat tulis, lks dan buku pelajaran. Pasalnya madrasah tempat saya bekerja  sudah mengambil kebijakan untuk mengurangi sampah plastik dalam merealisasikan kepedulian terhadap lingkungan.
Maka jika disekolah saya ada yang tidak bawa gelas dan tumbler sendiri resikonya siap siap antri untuk membeli minuman di kantin  madrasah.
Namun ada satu teman saya yang tetap terlihat lemas seperti sakit sakitan meski ada tumbler di mejanya. Ternyata lemasnya dia karena belum nyicil kreditan.hehe.

Banyuwangi, 15 Pebruari 2020




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Fana

Peneduh

Pada Suatu Senja